Darmawan menyampaikan pergeseran lainnya terjadi dari sektor usaha dan bisnis menjadi sekror rumah tangga. Alasannya, banyak bisnis yang berhenti sementara karena libur lebaran.
"Ada pergeseran dari pola beban kelistrikan dari kondisi biasa bergeser menjadi kondisi lebaran karena pergerakan mudik (tahun ini) lebih besar (sebanyak) 20 juta," katanya dalam konferensi pers, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Minggu (1/5/2022)
Baca Juga:
Silaturahmi dan Peresmian Kantor Baru GRIB Jaya Provinsi Jambi "Nuansa Baru Semangat Baru"
Ia menyampaikan, berdasarkan laporan yang diterimanya, beban kelistrikan yang tadinya berada di kota besar seperti Jakarta dan Bandung bergeser ke daerah tujuan mudik.
"Tadi disampaikan bahwa beban di Jakarta, Jawa Barat, di Jawa Timur berkurang, tetapi diikuti kenaikan beban si Jawa Tengah dan Bali," katanya.
Disisi lain, pria yang akrab disapa Darmo itu menyebut pergeseran pola kelistrikan juga terjadi di sektoe bisnis ke rumah tangga.
Baca Juga:
AWaSI Jambi Peringati HUT ke-3 dengan Media Gathering dan Launching Program Kerja 2026 di Muaro Bungo
"Penurunan beban industri dengan bisnis berhenti tapi peningaktan drastis di rumah tangga. Kemudian secara geografis beban tadinya di Jakarta, Bandung, Surabaya, saat ini menyebar merata di seluruh Pulau Jawa dengan konsentrasi di Jawa Tengah dan Bali," ujarnya.
Pasokan Listrik
Lebih lanjut, ia memastikan pasokan listrik untuk periode lebaran cukup. Ia pun menjabarkan jumlah pasokan listrik yang tersedia di masing-masing regional.