TAPSEL.WHANANEWS.CO, Mandailing Natal- Dalam setiap organisasi perantau, ada satu kebutuhan yang selalu hadir dari waktu ke waktu: hadirnya pemimpin yang mampu merangkul, menyatukan, dan menggerakkan seluruh potensi yang tersebar di berbagai lapisan masyarakat.
Di tengah menghangatnya diskusi mengenai kepemimpinan DPC Khusus IKANAS Madina ke depan, nama H Fahrizal Efendi Nasution SH MAP mulai masuk dalam radar sejumlah kalangan sebagai figur yang dinilai memiliki pengalaman, jejaring dan kapasitas untuk memimpin organisasi tersebut.
Baca Juga:
PLN UP3 Garut Gandeng Kodim 0611/Garut Sosialisasikan Keselamatan Ketenagalistrikan
Bagi banyak orang, Fahrizal Nasution bukanlah nama baru. Rekam jejaknya terbentang panjang dalam dunia kepemiluan, legislatif, politik, bisnis hingga pemberdayaan masyarakat.
Ia pernah mengemban amanah sebagai Komisioner KPU Mandailing Natal periode 2005–2009, kemudian terpilih menjadi Anggota DPRD Mandailing Natal periode 2009–2014.
Setelah itu, karier politiknya berlanjut ke tingkat provinsi sebagai Anggota DPRD Sumatera Utara selama dua periode berturut-turut, yakni 2014–2019 dan 2019–2024.
Baca Juga:
PLN Cikarang dan Kejari Bekasi Perkuat Sinergi Hukum untuk Layanan Kelistrikan
Kemudian, ia juga sempat mengemban amanah sebagai Ketua DPC Partai Hanura Mandailing Natal,namun bagi para pendukungnya, nilai utama Fahrizal bukan semata-mata pada jabatan yang pernah diembannya. Yang lebih penting adalah kemampuan membangun hubungan sosial yang luas dan menjaga komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat.
*Marsialapari, Filosofi yang Menjadi Visi*
Jika diminta merangkum visi yang paling menggambarkan pendekatan tokoh energik ini terhadap organisasi, barangkali ungkapan Mandailing berikut menjadi jawabannya: