Modal pengalaman inilah yang dinilai dapat menjadi kekuatan tersendiri jika diterapkan dalam pengelolaan organisasi perantau seperti IKANAS Madina.
*Menjembatani Generasi dan Potensi*
Baca Juga:
PLN UP3 Garut Gandeng Kodim 0611/Garut Sosialisasikan Keselamatan Ketenagalistrikan
Tantangan terbesar organisasi kedaerahan saat ini bukan sekadar menjaga eksistensi, melainkan memastikan organisasi tetap relevan bagi generasi muda.
Di satu sisi terdapat generasi senior yang menyimpan pengalaman, jejaring, dan kearifan. Di sisi lain hadir generasi muda dengan energi, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.
IKANAS Madina membutuhkan jembatan yang dapat mempertemukan keduanya.
Baca Juga:
PLN Cikarang dan Kejari Bekasi Perkuat Sinergi Hukum untuk Layanan Kelistrikan
Sejumlah tokoh menilai Fahrizal memiliki karakter komunikasi yang cair dan terbuka sehingga berpotensi menjadi titik temu berbagai kelompok. Pengalamannya berorganisasi dan berpolitik membuatnya terbiasa membangun konsensus di tengah beragam pandangan.
*Harmoni sebagai Tujuan Bersama*
Pada akhirnya, kepemimpinan dalam organisasi perantau bukanlah soal siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling mampu menyatukan.