"Marsialapari Pagodang Kahanggi dohot Anakboru."
Sebuah filosofi yang sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam.
Baca Juga:
PLN UP3 Garut Gandeng Kodim 0611/Garut Sosialisasikan Keselamatan Ketenagalistrikan
Marsialapari bukan sekadar saling membantu. Ia adalah semangat gotong-royong yang lahir dari kesadaran bahwa kemajuan bersama hanya dapat dicapai melalui kebersamaan. Dalam tradisi Mandailing, KAHANGGI dan ANAKBORU bukanlah dua kelompok yang dipertentangkan, melainkan dua unsur yang saling menguatkan dalam membangun harmoni sosial.
Karena itu, jika diberi amanah memimpin IKANAS Madina (Ikatan Keluarga Nasution dan Anakboru Kabupaten Mandailing Natal), Fahrizal Nasution bergelar Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam diyakini akan mengedepankan pendekatan kolektif, merangkul seluruh unsur keluarga besar Mandailing Natal tanpa membedakan latar belakang profesi, generasi, maupun afiliasi sosial.
*Pengalaman yang Membentuk Perspektif*
Baca Juga:
PLN Cikarang dan Kejari Bekasi Perkuat Sinergi Hukum untuk Layanan Kelistrikan
Perjalanan dari penyelenggara pemilu, legislator kabupaten, hingga legislator provinsi telah memberi Fahrizal pengalaman berinteraksi dengan berbagai kelompok masyarakat dan kepentingan.
Pengalaman tersebut membentuk pemahamannya bahwa organisasi yang sehat tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh kemampuan menghubungkan banyak orang dalam satu tujuan bersama.
Selama menjabat di DPRD Sumatera Utara, ia dikenal aktif memperjuangkan berbagai aspirasi pembangunan untuk Mandailing Natal, mulai dari dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, infrastruktur desa, hingga kebutuhan masyarakat di berbagai kecamatan.